Berniat untuk Berinvestasi pada Obligasi Ritel Indonesia? Simak Dulu Hal-Hal Berikut

Di Indonesia ada banyak macam investasi jadi Anda yang berniat berinvestasi tidak perlu bingung. Masing-masing instrumen investasi memiliki kekurangan dan kelebihan jika dibandingkan satu sama lain. Ada yang menawarkan retur menggiurkan dengan segala risikonya dan ada pula yang memberikan risiko sangat minim.

Salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko rendah adalah obligasi. Obligasi ini banyak diminati oleh orang Indonesia karena dianggap aman. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi di sektor ini, berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai Obligasi Ritel Indonesia.

Karena Diterbitkan Oleh Pemerintah, Maka Dijamin Keamanannya

Investasi obligasi dilakukan dengan cara membeli surat penyertaan kepemilikan. Surat ini diterbitkan oleh pemerintah. Jadi, sudah pasti dijamin aman. Meskipun ada kemungkinan risiko gagal bayar sehingga uang sekaligus bunga tidak Anda dapatkan ketika jatuh tempo, tapi hal tersebut minim sekali. Hal tersebut hanya terjadi ketika negara mengalami kebangkrutan. Hal ini dapat Anda prediksi sendiri dengan melihat bagaimana kondisi negara saat ini dan beberapa tahun ke depan.

Pemerintah hanya memberi batasan investasi obligasi pada angka maksimal 5 miliar rupiah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak menginvestasikan lebih dari itu. Surat obligasi diterbitkan senilai satu juta rupiah. Namun, untuk ikut andil dalam investasi ini, Anda harus membeli minimal 5 lembar sehingga nilainya 5 juta rupiah dan berlaku kelipatan.

Cocok untuk Anda yang Ingin Berinvestasi untuk Jangka Waktu Menengah

Uang pokok dari surat obligasi yang Anda beli akan dikembalikan sepenuhnya kepada Anda setelah jangka waktu tiga tahun. Oleh sebab itu, obligasi cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi untuk jangka waktu menengah. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi Anda dibanding investasi jangka panjang, karena dengan begitu Anda jadi lebih bisa memprediksi fluktuasi suku bunga dan inflasi selama 3 tahun ke depan.

Perlu diketahui, keuntungan obligasi yang Anda dapatkan berbanding terbalik dengan suku bunga. Jika suku bunga tinggi, maka obligasi mengalami penurunan dan sebaliknya.

Ketahui Adanya Sistem Likuidasi pada ORI

Ini juga penting untuk diperhatikan. Tidak seperti investasi reksa dana yang memungkinkan investor untuk mengambil uang pokoknya sewaktu-waktu, ORI tidak bisa demikian. Obligasi ini memiliki sistem likuidasi, yakni Anda tidak bisa menarik kembali uang Anda sewaktu-waktu sebelum jangka waktu perjanjian habis. Oleh sebab itu, sebelum mencurahkan uang Anda untuk investasi ini, pastikan uang tersebut tidak dipakai dalam jangak waktu tiga tahun ke depan. Investasi juga harus memperhatikan kondisi keuangan Anda jadi pastikan uang yang digunakan investasi adalah uang “sisa”.

Lebih Menguntungkan dari Sisi Pajak dan Bunga Dibanding Investasi Deposito

Investasi ORI memiliki nilai lebih unggul dibandingkan dengan deposito. Deposito merupakan salah satu investasi yang juga menawarkan risiko rendah karena uang pokok dan bunga tidak akan mengalami penurunan ketika sudah jatuh tempo. Sama dengan obligasi, bukan? Yang membedakan keduanya adalah suku bunga.

Dibanding dengan deposito, obligasi menawarkan bunga yang lebih tinggi. Jika suku bunga deposito rata-rata hanya 6,3 persen per tahun, maka obligasi menawarkan 6,6 persen per tahunnya. Sedikit lebih banyak, bukan? Jika Anda ingin mendepositokan uang Anda dalam jangka waktu 3 tahun, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menginvestasikannya pada obligasi.

Selain suku bunga, obligasi ini juga lebih menguntungkan dari sisi pajak yang harus Anda bayar. Pajak dari deposito bisa mencapai 20 persen sedangkan obligasi lebih rendah dari itu. Dari sini Anda bisa tahu bahwa obligasi lebih menguntungkan daripada deposito, bukan?

Sebelum memilih jenis investasi, sebaiknya ketahui dulu manfaat dan kelebihan yang akan Anda dapatkan dari investasi tersebut. Dengan begitu, Anda bisa membandingkan dan memutuskan secara tepat. Jangan sampai Anda salah memilih investasi sehingga manfaat yang Anda rasakan pun juga kurang maksimal.

Ketahui betul risiko masing-masing investasi yang Anda pilih. Obligasi ritel Indonesia bisa Anda jadikan sebagai salah satu opsi untuk investasi Anda. Namun sebaiknya Anda tidak hanya berinvestasi hanya pada satu jenis saja, namun “sebarkan” uang Anda untuk investasi yang lainnya juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *